Entry: My Qur'an Jan 11, 2005




“bu, mana buku iqra-ku? teman-teman dah nyambangin ngaji nih…”

waktu aku kecil kau selalu dalam genggamanku

ku baca alif ba ta bersama teman-teman

di tiap sore menjelang maghrib

ku cium disaat pulang

kemudian

aku menjadi remaja

aku sibuk mencari jatidiriku

kamu hanya kutemui saat pelajaran agama

itu pun kalau aku tidak lupa menaruhmu didalam tas sekolah

ketika aku dewasa aku semakin jauh darimu

aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku

kalaupun aku punya waktu

di sela nafasku

belum tentu aku membacamu

aku lebih suka membaca novel dan cerpen

dan aku lebih tertarik membaca koran dari pada qur’an

aku pun lebih sering mendengarkan musik dari pada alunanmu

meskipun begitu tapi aku tetep ingat kamu kok

di saat aku menikah ku jadikan kau sebagai mahar

dengan sampul yang indah kuberikan pada calon istriku

kemudian kami simpan dalam lemari

yang tertata rapi

tak terasa usiaku semakin senja

dan ajal sepertinya sebentar lagi menjemputku

ku ingin banyak-banyak membacamu

buat bekal aku mati

tapi suaraku sudah parau

tak lagi nyaring seperti dulu

alif ba ta terasa sulit terucap dari mulutku

tajwid nya saja aku dah lupa

jangankan membaca dengan tartil

melihatmu tulisanmu  pun mataku sudah tidak sanggup

belum sempat 1 juz ajal menghampiriku

dunia kubur terasa gelap

kata ustadz “amalan-amalan kita akan menemani kubur kita”

aku mencoba mencarimu tuk kujadikan cahaya kuburku

karena aku pikir aku pernah membacamu meski cuma sesaat

tapi kenapa semua tetap gelap

“dimana kau?”

Kata malaikat “amalan-mu telah luluh oleh dosa-dosamu”

Sambil menangis aku pun berkata “dimana dia? Aku ingin membacanya sekali saja”

Hanya ada sesalku dalam dikuburku

“maafkan aku wahai qur’anku”

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments