Kenangan dalam hidup yang telah kita lewati tentunya terlalu berharga untuk dilupakan. Bagaimanapun perjalanan hidup kita yang kadang silih berganti antara suka dan duka, itu semua adalah bagian dari lukisan kehidupan yang tidak di batasi oleh dimensi panjang dan lebar melainkan dibatasi oleh dimensi waktu. Otak ini terlalu kecil untuk menyimpan semua kenangan-kenangan tersebut tapi dengan bantuan sebuah pena kita bisa membantu mengingat itu semua..
oleh karena itu.......biarkan pena itu terus menari





INNA SHOLAATI WA NUSUKI WA MAHYAAYA WA MAMAATI LILLAAHI ROBBIL 'AALAMIN, LAA SYARIIKALAHUU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANA AWWALUL MUSLIMIIN.
"Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagiNya: dan itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)."
(QS. Al An'am 162 - 163)

sesungguhnya manusia dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang percaya, dan membuat kerja-kerja kebaikan, dan saling berwasiat pada yang benar, dan saling berwasiat untuk bersabar
(QS. Al-Ashr 1-3)
ikatlah ilmu dengan menulisnya
<< December 2004 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31

Tak semua apa yang telah kita lewati bisa terwakili oleh goresan pena. Kumpulan warna, garis, titik, kurva membentuk sekumpulan gambar. Meskipun nampak diam namun sebenarnya mereka bisa berbicara seperti pena bicara lewat goresannya....
  • Yogya Tempo Doeloe 1
  • Yogya Tempo Doeloe 2
  • dunia ini tak cuma sebatas daun kelor, terlalu banyak yang tidak kita ketahui diluar sana, cobalah untuk membuka rumah dunia
  • Komunitas Satra
  • Secercah Cahaya
    serangkaian pena tentunya akan menhasilkan karya yang lebih indah dari pada sepotong pena
  • Annisa
  • Ivandini
  • Rohmat
    mainkan pena anda untuk merajut ukhuwah berbagi tawa-tangis, sedih-bahagia, suka-duka


  • rss feed

    Dec 14, 2004
    Nasehat Imam AL Ghozali

    Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu sang Imam bertanya.........

    1. "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?".
    Murid-muridnya menjawab: "Orang tua, guru, kawan dan sahabatnya". Imam Ghozali menjelaskan, "Semua jawaban itu benar. Tapi yang paling dekat dengan kita adalah "MATI".Sebab itu memang janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Ali Imran 185).

    2. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini ?".
    Murid-muridnya menjawab: "Negeri
    China, bulan, matahari dan bintang-gemintang". Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban itu benar. Tapi yang paling benar adalah "MASA LALU". Walau dengan cara apapun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

    3. "Apa yang paling besar di dunia ini ?".
    Murid-muridnya menjawab: "Gunung, bumi, matahari". Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban itu benar. Tapi yang paling benar adalah "NAFSU" (Al A'raf 179). Maka kita harus berhat-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa kita ke neraka.

    4. "Apa yang paling berat di dunia ini ?".
    Murid-muridnya menjawab: "Besi, gajah". Semua jawaban itu benar. Tapi yang paling berat adalah "MEMEGANG AMANAH" (Al Ahzab:72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah tsb, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena tidak dapat memegang amanahnya.

    5. "Apa yang paling ringan di dunia ?".
    Ada yang menjawab: "Kapas, angin, debu dan dedaunan". Semua itu benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan sholat. Gara-gara pekerjaan kita meninggalkan sholat, gara-gara bermusyawarah kita meninggalkan sholat.

    6. "Apakah yang paling tajam di dunia ?".
    Murid-muridnya menjawab serentak: "Pedang !". Imam Ghozali membenarkan, tapi yang paling tajam adalah "Lidah Manusia".Karena melalui lidahnya, manusia selalu melukai dan menyakiti hati saudaranya sendiri.


    Posted at 11:31 pm by aliefwanaya

     

    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry Home Next Entry