Kenangan dalam hidup yang telah kita lewati tentunya terlalu berharga untuk dilupakan. Bagaimanapun perjalanan hidup kita yang kadang silih berganti antara suka dan duka, itu semua adalah bagian dari lukisan kehidupan yang tidak di batasi oleh dimensi panjang dan lebar melainkan dibatasi oleh dimensi waktu. Otak ini terlalu kecil untuk menyimpan semua kenangan-kenangan tersebut tapi dengan bantuan sebuah pena kita bisa membantu mengingat itu semua..
oleh karena itu.......biarkan pena itu terus menari





INNA SHOLAATI WA NUSUKI WA MAHYAAYA WA MAMAATI LILLAAHI ROBBIL 'AALAMIN, LAA SYARIIKALAHUU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANA AWWALUL MUSLIMIIN.
"Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagiNya: dan itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)."
(QS. Al An'am 162 - 163)

sesungguhnya manusia dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang percaya, dan membuat kerja-kerja kebaikan, dan saling berwasiat pada yang benar, dan saling berwasiat untuk bersabar
(QS. Al-Ashr 1-3)
ikatlah ilmu dengan menulisnya
<< February 2010 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28

Tak semua apa yang telah kita lewati bisa terwakili oleh goresan pena. Kumpulan warna, garis, titik, kurva membentuk sekumpulan gambar. Meskipun nampak diam namun sebenarnya mereka bisa berbicara seperti pena bicara lewat goresannya....
  • Yogya Tempo Doeloe 1
  • Yogya Tempo Doeloe 2
  • dunia ini tak cuma sebatas daun kelor, terlalu banyak yang tidak kita ketahui diluar sana, cobalah untuk membuka rumah dunia
  • Komunitas Satra
  • Secercah Cahaya
    serangkaian pena tentunya akan menhasilkan karya yang lebih indah dari pada sepotong pena
  • Annisa
  • Ivandini
  • Rohmat
    mainkan pena anda untuk merajut ukhuwah berbagi tawa-tangis, sedih-bahagia, suka-duka


  • rss feed
    Jan 15, 2005
    serpihan cermin#1

    Lima hal yang aku benci dalam hidup ini adalah:

    1. marah pada orang yang tidak pantas dimarahi
    2. bicara yang tidak bermanfaat
    3. memberi bukan pada tempatnya
    4. pasrah pada keterbatasan
    5. tak bisa bedakan kawan atau lawan

    (Ibnu al mukaffah)

       


    Posted at 09:01 pm by aliefwanaya
    Make a comment  

    Jan 14, 2005
    anak-anak ku

    anak-anak ku,

    bermainlah selagi musim belum berlalu

    brurung-burung camar akan menunjukan jalan kalian

    taburlah senyummu di tiap pintu rumah

    jadikan tawamu sebagai bunga latar untuk  mereka


    Posted at 09:45 pm by aliefwanaya
    Make a comment  

    Jan 13, 2005
    Pencarianku

    malam terus merambat

    namun dengkuranmu telah  merampok keheningan ini

    saat ku gundah mencari cahaya-Mu

    aku termangu

    larut dalam gesekan dedaunan

    ketika ku dengar panggilan-Mu

    mencairkan hati yang lama membatu

    mengalir berkejaran hingga ujung-ujung jari

    kepala  mengadah ke langit hitam yang lama berpaling dariku

    rinduku semakin bergelora

    dengan kepak sayapnya membawaku terbang menuju bayang-bayang

    di setiap sudut-sudut bintang

    di setiap pasir yang terus berlari

    kemana aku harus mengejar

    dimana aku harus mencari

    kepada siapa  aku sandarkan

    pada-Mu Ya Allah  nafasku hanya untuk-Mu


    Posted at 05:13 pm by aliefwanaya
    Make a comment  

    Jan 11, 2005
    My Qur'an


    “bu, mana buku iqra-ku? teman-teman dah nyambangin ngaji nih…”

    waktu aku kecil kau selalu dalam genggamanku

    ku baca alif ba ta bersama teman-teman

    di tiap sore menjelang maghrib

    ku cium disaat pulang

    kemudian

    aku menjadi remaja

    aku sibuk mencari jatidiriku

    kamu hanya kutemui saat pelajaran agama

    itu pun kalau aku tidak lupa menaruhmu didalam tas sekolah

    ketika aku dewasa aku semakin jauh darimu

    aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku

    kalaupun aku punya waktu

    di sela nafasku

    belum tentu aku membacamu

    aku lebih suka membaca novel dan cerpen

    dan aku lebih tertarik membaca koran dari pada qur’an

    aku pun lebih sering mendengarkan musik dari pada alunanmu

    meskipun begitu tapi aku tetep ingat kamu kok

    di saat aku menikah ku jadikan kau sebagai mahar

    dengan sampul yang indah kuberikan pada calon istriku

    kemudian kami simpan dalam lemari

    yang tertata rapi

    tak terasa usiaku semakin senja

    dan ajal sepertinya sebentar lagi menjemputku

    ku ingin banyak-banyak membacamu

    buat bekal aku mati

    tapi suaraku sudah parau

    tak lagi nyaring seperti dulu

    alif ba ta terasa sulit terucap dari mulutku

    tajwid nya saja aku dah lupa

    jangankan membaca dengan tartil

    melihatmu tulisanmu  pun mataku sudah tidak sanggup

    belum sempat 1 juz ajal menghampiriku

    dunia kubur terasa gelap

    kata ustadz “amalan-amalan kita akan menemani kubur kita”

    aku mencoba mencarimu tuk kujadikan cahaya kuburku

    karena aku pikir aku pernah membacamu meski cuma sesaat

    tapi kenapa semua tetap gelap

    “dimana kau?”

    Kata malaikat “amalan-mu telah luluh oleh dosa-dosamu”

    Sambil menangis aku pun berkata “dimana dia? Aku ingin membacanya sekali saja”

    Hanya ada sesalku dalam dikuburku

    “maafkan aku wahai qur’anku”


    Posted at 05:10 pm by aliefwanaya
    Make a comment  

    Jan 10, 2005
    andaikan dia bisa memilih


    Andaikan  ruh bisa memilih kemana ia akan tinggal tentunya tak ingin hinggap pada tubuh-tubuh kusam  seperti mereka,

    Yang besar tanpa belaian sayang orang tua

    Rembulan yang menjadi ibunya

    Matahari yang menjadi ayahnya

    Yang bangun karena lapar

    Yang tidur berselimut angin

    Cacian,

    Bencian,

    Hinaan,

    Makian,

    Adalah hari-hari mereka 


    Posted at 05:10 pm by aliefwanaya
    Make a comment  

    Jan 9, 2005
    Siapakah cinta?




    C-I-N-T-A

    siapa sih kamu?
    banyak orang tersihir oleh manteramu
    tua-muda tak pernah bosan memujamu 
    kau pun ditulis dalam cepren, novel, puisi, dan lagu

    kamu dimana?
    tiap orang mencarimu
    tak sedikit yang membuang waktu dalam pencariannya
    hingga menunda melaksanakan khitbah dan nikah
    dengan alasan kamu tidak ada diantara mereka

    kata orang  kamu itu mukjizat
    bisa membuat lapar tak terasa
    jauh laksana  dekat 
    dan sedih bisa menjadi tawa

    tapi kamu juga jahat
    kau lalaikan orang dari agama
    kau butakan mata dari kebenaran
    dan telinga menjadi tuli dari nasehat

    jadi kamu itu siapa?
    haruskah aku mencarimu?
    haruskah aku menantimu?
    auaghhh gelappp 

    Posted at 08:21 pm by aliefwanaya
    Make a comment  

    Jan 7, 2005
    teman atau lawan



    Waktu engkau kecil

    Kau menjadi sahabatku

    Kita pun bermain dan bercanda dengan lambaianmu yang lembut

    Dan saat senja menjemput malam,

    Mentari pun nampak nyaman istirahat dalam batas horizonmu 

    Namun kini semua berubah

    Kau telan dan lemparkan apa maumu

    Hancur berserak seperti  entropi yang membesar

    Hanya tangis yang kau sisakan

    Pedih menyayat hatii

    Anak-anak pun lari kebingungan

    “Kemana ku mencari umi wa abi?” 


    Posted at 09:48 pm by aliefwanaya
    Make a comment  

    Dec 15, 2004
    Senja di Pulogadung

    mentari mulai berpamit
    cahanya mulai memudar
    lenyap tertelan senja

    sirine pabrik terdengar meraung
    keras membangunkan hati-hati yg lelah menanti
    tuk kembali pulang

    mata-mata itu nampak bersinar
    terbayang senyum sang istri
    dan tawa anak-anak mereka

    jakarta 12 maret 2004


    Posted at 12:49 am by aliefwanaya
    Make a comment  

    Dec 14, 2004
    Nasehat Imam AL Ghozali

    Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu sang Imam bertanya.........

    1. "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?".
    Murid-muridnya menjawab: "Orang tua, guru, kawan dan sahabatnya". Imam Ghozali menjelaskan, "Semua jawaban itu benar. Tapi yang paling dekat dengan kita adalah "MATI".Sebab itu memang janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Ali Imran 185).

    2. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini ?".
    Murid-muridnya menjawab: "Negeri
    China, bulan, matahari dan bintang-gemintang". Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban itu benar. Tapi yang paling benar adalah "MASA LALU". Walau dengan cara apapun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

    3. "Apa yang paling besar di dunia ini ?".
    Murid-muridnya menjawab: "Gunung, bumi, matahari". Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban itu benar. Tapi yang paling benar adalah "NAFSU" (Al A'raf 179). Maka kita harus berhat-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa kita ke neraka.

    4. "Apa yang paling berat di dunia ini ?".
    Murid-muridnya menjawab: "Besi, gajah". Semua jawaban itu benar. Tapi yang paling berat adalah "MEMEGANG AMANAH" (Al Ahzab:72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah tsb, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena tidak dapat memegang amanahnya.

    5. "Apa yang paling ringan di dunia ?".
    Ada yang menjawab: "Kapas, angin, debu dan dedaunan". Semua itu benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan sholat. Gara-gara pekerjaan kita meninggalkan sholat, gara-gara bermusyawarah kita meninggalkan sholat.

    6. "Apakah yang paling tajam di dunia ?".
    Murid-muridnya menjawab serentak: "Pedang !". Imam Ghozali membenarkan, tapi yang paling tajam adalah "Lidah Manusia".Karena melalui lidahnya, manusia selalu melukai dan menyakiti hati saudaranya sendiri.


    Posted at 11:31 pm by aliefwanaya
    Make a comment  

    Itukah Engkau

    Itukah engkau....
    Yang selalu mengganggu pikiranku,
    Yang membuat jiwaku terasa terbang,
    Melewati awan dan bintang,
    Tak peduli siang maupun malam...

    Itukah engkau....
    Yang lama kucari,
    Dalam dunia mimpiku,
    Yang lama kunanti,
    Dalam rumah hatiku.....


    Posted at 12:28 am by aliefwanaya
    Make a comment  

    Next Page